Beragam Manfaat Sepeda Statis dan Panduan Penggunaannya

Tak hanya besepeda di luar ruangan, olahraga dengan sepeda statis di dalam ruangan juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, dengan bersepeda statis secara rutin, tubuh Anda akan lebih bugar dan kuat.

Sepeda statis adalah alat olahraga yang praktis, aman, dan mudah dilakukan. Alat ini bisa menjadi alternatif yang tepat bagi Anda yang ingin bersepeda tetapi tidak memiliki banyak waktu luang, atau tidak ingin ke luar ruangan dan terkena polusi udara, apalagi saat kondisi lingkungan dan cuaca tidak mendukung.

Selain itu, bersepeda statis juga bisa jadi pilihan yang cocok bagi Anda yang memiliki masalah keseimbangan tubuh, sehingga bisa meminimalkan risiko cedera. Meskipun dilakukan di dalam ruangan, Anda tidak perlu khawatir, sepeda statis dapat memberikan manfaat yang tak kalah banyak dengan sepeda biasa di luar ruangan.

-9%
Rp3.200.000
-20%
Rp3.750.000
-10%
Rp3.950.000
-9%
Rp3.000.000
-15%
Rp3.650.000

Manfaat Sepeda Statis bagi Kesehatan Tubuh

Berikut adalah beberapa manfaat berolahraga dengan sepeda statis bila dilakukan secara rutin:

1. Mengurangi dan mengontrol berat badan

Rutin bersepeda statis bisa menjadi pilihan tepat untuk mengurangi dan mengontrol berat badan. Olahraga ini baik untuk membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dalam 1 sesi olahraga dengan sepeda statis selama 45 menit, Anda bisa membakar kurang lebih 400–600 kalori.
Untuk mendapatkan manfaat sepeda statis secara optimal, Anda bisa mengimbanginya dengan diet rendah kalori. Beberapa penelitian menyatakan bahwa bersepeda statis secara rutin ditambah diet yang sehat bisa membantu menurunkan berat badan sekaligus mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

2. Memperkuat otot-otot dan persendian tubuh

Bersepeda dengan sepeda biasa atau sepeda statis baik untuk memperkuat dan mengencangkan otot-otot punggung, perut, bahu, lengan, kaki, dan paha. Tak hanya itu, bersepeda juga bermanfaat dalam memperkuat tulang dan persendian tubuh, serta mencegah dan membantu meringankan penyakit sendi, misalnya osteoarthritis.
Selain itu, beberapa penelitian pun menyatakan bahwa bersepeda statis termasuk salah satu olahraga dengan risiko cedera yang minimal, sehingga baik untuk para lansia yang rentan mengalami masalah keseimbangan tubuh.

3. Meningkatkan kebugaran dan stamina tubuh

Berolahraga dengan sepeda statis bisa memperkuat otot-otot dan sendi sekaligus meningkatkan energi pada tubuh. Dengan demikian, tubuh Anda akan menjadi lebih fit dan memiliki stamina yang lebih tinggi, sehingga tidak mudah lelah.
Manfaat sepeda statis ini bisa Anda peroleh, asalkan Anda rutin melakukannya selama 30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu.

4. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Bersepeda statis juga termasuk cara yang baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Olahraga ini bisa membuat aliran darah lebih lancar, mengontrol tekanan darah, serta mencegah terjadinya sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis).
Dengan kinerja jantung dan pembuluh darah yang baik, risiko Anda untuk terkena berbagai penyakit, seperti stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi, juga akan berkurang.

5. Memperbaiki kualitas tidur

Berolahraga dengan sepeda statis sambil diiringi dengan musik yang ceria bisa membantu mengurangi stres dan beban pikiran. Hasilnya, Anda mungkin menjadi lebih segar, berenergi, dan bisa tidur dengan nyenyak.

6. Mencegah dan mengurangi nyeri punggung

Bersepeda merupakan salah satu pilihan olahraga yang baik untuk membantu mengatasi masalah nyeri punggung. Olahraga ini bisa memperkuat otot dan sendi punggung, serta memperbaiki postur tubuh.
Namun, saat hendak menggunakan sepeda statis atau sepeda biasa untuk meredakan nyeri punggung, Anda perlu menjaga postur tubuh tetap tegap. Agar lebih aman dan cocok digunakan, Anda bisa menggunakan sepeda yang sudah dirancang khusus untuk penderita nyeri punggung.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Sepeda Statis

Bersepeda statis dapat dilakukan di rumah atau di pusat kebugaran. Jika Anda ingin melakukannya secara rutin di rumah dan berniat membeli sepeda statis, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

  • Beli sepeda statis dari pusat kebugaran atau toko alat olahraga yang terpercaya.
  • Pilih sepeda statis sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan, misalnya sepeda statis elektronik, manual, sepeda statis yang dikayuh dengan tegak, atau sepeda yang bisa dikayuh sambil berbaring.
  • Tanyakan jenis dan merek yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda pada teman yang sudah lebih dulu aktif bersepeda statis atau pada pelatih kebugaran.
  • Pilih sepeda statis yang dilengkapi dengan garansi, fitur keamanan yang baik, kontak servis layanan, dan panduan untuk mengoperasikan alat tersebut.
  • Pastikan Anda telah mencoba menggunakan sepeda statis sebelum membelinya.

Panduan Berolahraga dengan Sepeda Statis

Agar berbagai manfaat sepeda statis bisa Anda peroleh dengan maksimal, ada beberapa tips yang penting untuk Anda ikuti saat hendak berolahraga dengan alat ini, yaitu:

  • Baca petunjuk pemakaian sepeda statis dengan saksama dan pastikan jok dan setang sepeda berada dalam posisi yang benar.
  • Minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah bersepeda statis.
  • Cukupi kebutuhan energi dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti pisang atau roti gandum, setidaknya 30 menit sebelum bersepeda statis.
  • Mulailah latihan sepeda statis secara perlahan-lahan dan bertahap. Misalnya, targetkan sehari 10 menit bagi Anda yang baru mulai berlatih. Setelah itu, Anda bisa meningkatkan durasi dan intensitas latihannya sesuai kemampuan tubuh.
  • Duduklah santai pada kursi sepeda statis dan lemaskan tubuh bagian atas, serta topang punggung dengan otot-otot perut. Usahakan agar otot-otot leher dan bahu tetap rileks selama bersepeda statis.
  • Kenakan celana pendek agar olahraga bisa terasa lebih nyaman.
  • Setel musik yang bisa disesuaikan dengan fase latihan sepeda statis, misalnya lagu upbeat saat Anda mengayuh sepeda dengan kecepatan yang relatif tinggi dan lagu yang bernada lambat saat Anda mengayuh perlahan-lahan sambil mengatur napas.